Rabu, 13 Januari 2021

Perbedaan Proses dan Thread

A. Pengertian Proses

     Proses adalah serangkaian terus menerus dari tindakan untuk mencapai hasil yang spesifik. Namun, dalam dunia komputer, proses adalah sebuah contoh dari mengeksekusi program komputer. Dengan kata lain, itu adalah konsep dari kejadian tunggal dari program komputer yang berjalan.
Berdasarkan jumlah thread yang telibat dalam proses, proses dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

1.   Proses tunggal-thread : proses yang hanya memiliki satu thread

2.   Proses multi-thread : Proses yang memiliki lebih dari satu thread


B. Pengertian Thread

     Thread adalah pelaksanaan instruksi terkecil dari program komputer yang dapat dikelola secara independen sesuai dengan jadwal. Sebuah thread adalah jalan eksekusi sederhana dalam proses. Sebuah thread adalah sebagai proses kuat karena thread bisa melakukan proses apa saja yang bisa dilakukan. Sebuah thread adalah proses ringan dan membutuhkan sumber daya yang lebih sedikit. Thread dapat mulai dari membaca dan menulis ke variabel yang sama dan struktur data variabel. Thread dapat berkomunikasi antara thread dengan mudah.

C. Perbedaan Proses dan Thread

    1. Proses

         ·  Proses mencakup program counter, yaitu sebuah stack untuk menyimpan alamat dari instruksi               yang selanjutnya akan di eksekusi dan di registrasi.

         ·   Memiliki ruang alamat atau IP address masing-masing.

         ·  Dari satu proses dengan proses lainnya harus menggunakan komunikasi.

         ·  Memiliki overhead.

         · Hanya dapat mengendalikan proses turunannya.

         · Perubahan pada parent proses tidak mempengaruhi proses turunannya.

         · Pembentukan proses membutuhkan waktu yang lebih lama.

         · Waktu yang dibutuhkan untuk mengakhiri proses lebih lama.

    2. Thread

         · Merupakan unit dasar dari penggunaan CPU dan sering disebut dengan lightweight process.

         · Ruang alamat atau IP address digunakan secara bersama-sama dari proses yang                  menciptakannya.

         · Memiliki akses langsung ke segmen data dari prosesnya.

         · Dapat saling berkomunikasi dengan thread lain dalam satu proses.

         · Hampir tidak memiliki overhead.

         · Perubahan pada thread utama seperti pembatalan atau perubahan prioritas dapat mempengaruhi            tingkah laku thread lain dalam satu proses.

         · Pembentukan thread membutuhkan waktu yang lebih sedikit.

         · Waktu yang dibutuhkan untuk mengakhiri thread lebih sedikit.

         · Lebih mudah dan cepat melakukan swicth antar thread daripada switch antar proses.

  

    Demikianlah artikel ini, semoga bermanfaat bagi yang membaca.

Sabtu, 09 Januari 2021

Single Instruction Multiple Data Stream (SIMD)

 I. Pengertian Single Instruction Multiple Data Stream (SIMD)

     Single Instruction Multiple Data Stream (SIMD) adalah sebuah komputer yang mampu memproses banyak aliran data dengan hanya satu instruksi, sehingga operasi yang dilakukan adalah operasi paralel.

SIMD menggunakan banyak processor dengan instruksi yang sama, namun setiap processor mengolah data yang berbeda. Sebagai contoh kita ingin mencari angka 27 pada deretan angka yang terdiri dari 100 angka, dan kita menggunakan 5 processor. Pada setiap processor kita menggunakan algoritma atau perintah yang sama, namun data yang diproses berbeda. Misalnya processor 1 mengolah data dari deretan / urutan pertama hingga urutan ke 20, processor 2 mengolah data dari urutan 21 sampai urutan 40, begitu pun untuk processor-processor yang lain. Beberapa contoh komputer yang menggunakan model SIMD adalah ILLIAC IV, MasPar, Cray X-MP, Cray Y-MP, Thingking Machine CM-2 dan Cell Processor (GPU).Kelas komputer paralel dalam taksonomi Flynn . Ini menggambarkan komputer dengan beberapa elemen pemrosesan yang melakukan operasi yang sama pada beberapa titik data secara bersamaan. Dengan demikian, mesin tersebut memanfaatkan data tingkat paralelisme . SIMD ini terutama berlaku untuk tugas umum seperti menyesuaikan kontras dalam citra digital atau menyesuaikan volume audio digital . Paling modern CPU desain termasuk instruksi SIMD dalam rangka meningkatkan kinerja multimedia digunakan. 

Prosesor yang memiliki SIMD menawarkan dua keunggulan, yakni:

  • Data langsung dapat dipahami dalam bentuk blok data, dibandingkan dengan beberapa data yang terpisah secara sendiri-sendiri. Dengan menggunakan blok data, prosesor dapat memuat data secara keseluruhan pada waktu yang sama. Daripada melakukan beberapa instruksi "ambil pixel ini, lalu ambil pixel itu, dst", sebuah prosesor SIMD akan melakukannya dalam sebuah instruksi saja, yaitu "ambil semua pixel itu!" (istilah "semua" adalah nilai yang berbeda dari satu desain ke desain lainnya). Jelas, hal ini dapat mengurangi banyak waktu pemrosesan (akibat instruksi yang dikeluarkan hanya satu untuk sekumpulan data), jika dibandingkan dengan desain prosesor tradisional yang tidak memiliki SIMD (yang memberikan satu instruksi untuk satu data saja).
  • Sistem SIMD umumnya hanya mencakup instruksi-instruksi yang dapat diaplikasikan terhadap semua data dalam satu operasi. Dengan kata lain, sistem SIMD dapat bekerja dengan memuat beberapa titik data secara sekaligus, dan melakukan operasi terhadap titik data secara sekaligus.

    Contoh aplikasi yang dapat mengambil keuntungan dari SIMD adalah aplikasi yang memiliki nilai yang sama yang ditambahkan ke banyak titik data (data point), yang umum terjadi dalam aplikasi multimedia. Salah satu contoh operasinya adalah mengubah brightness dari sebuah gambar. Setiap pixel dari sebuah gambar 24-bit berisi tiga buah nilai berukuran 8-bit brightness dari porsi warna merah (red), hijau (green), dan biru (blue). Untuk melakukan perubahan brightness, nilai RG, dan B akan dibaca dari memori, dan sebuah nilai baru ditambahkan (atau dikurangkan) terhadap nilai-nilai R, G, B tersebut dan nilai akhirnya akan dikembalikan (ditulis kembali) ke memori.

II. Keuntungan  Single Instruction Multiple Data Stream (SIMD)

1. Aplikasi yang dapat memanfaatkan SIMD adalah aplikasi di mana nilai yang sama ditambahkan ke (atau dikurangi dari) sejumlah besar titik data, operasi umum pada banyak aplikasi multimedia. Salah satu contohnya adalah mengubah kecerahan gambar. Setiap piksel gambar terdiri dari tiga nilai kecerahan bagian warna merah (R), hijau (G), dan biru (B). Untuk mengubah kecerahan, nilai R, G dan B dibaca dari memori, nilai ditambahkan ke (atau dikurangi dari) nilai tersebut, dan nilai yang dihasilkan ditulis kembali ke memori.

2. Dengan prosesor SIMD ada dua peningkatan pada proses ini. Untuk satu data dipahami sebagai blok, dan sejumlah nilai dapat dimuat sekaligus. Alih-alih serangkaian instruksi yang mengatakan "ambil piksel ini, sekarang ambil piksel berikutnya", prosesor SIMD akan memiliki instruksi tunggal yang secara efektif mengatakan "ambil n piksel" (di mana n adalah angka yang bervariasi dari desain ke desain). Untuk berbagai alasan, ini bisa memakan waktu lebih sedikit daripada mengambil setiap piksel satu per satu, seperti pada desain CPU tradisional.

3. Keuntungan lainnya adalah bahwa instruksi beroperasi pada semua data yang dimuat dalam satu operasi. Dengan kata lain, jika sistem SIMD bekerja dengan memuat delapan titik data sekaligus, operasi yang diterapkan ke data akan terjadi pada semua delapan nilai pada saat yang bersamaan. Paralelisme ini terpisah dari paralelisme yang disediakan oleh prosesor superscalar ; delapan nilai diproses secara paralel bahkan pada prosesor non-superskalar, dan prosesor superskalar mungkin dapat melakukan beberapa operasi SIMD secara paralel.


III. Kekurangan Single Instruction Multiple Data Stream (SIMD)


·    1. Tidak semua algoritme dapat divektorisasi dengan mudah. Misalnya, tugas berat kontrol aliran seperti penguraian kode mungkin tidak dengan mudah mendapatkan keuntungan dari SIMD; namun, secara teori dimungkinkan untuk melakukan vektorisasi perbandingan dan "aliran batch" untuk menargetkan optimalitas cache maksimal, meskipun teknik ini akan membutuhkan lebih banyak status perantara. Catatan: Sistem pipeline batch (contoh: GPU atau pipeline rasterization software) paling menguntungkan untuk kontrol cache saat diimplementasikan dengan intrinsik SIMD, tetapi tidak eksklusif untuk fitur SIMD. Kompleksitas lebih lanjut mungkin terlihat untuk menghindari ketergantungan dalam rangkaian seperti string kode; sedangkan independensi diperlukan untuk vektorisasi.

·    

     2.   File register besar yang meningkatkan konsumsi daya dan area chip yang dibutuhkan.

·    3.   Saat ini, mengimplementasikan algoritma dengan instruksi SIMD biasanya membutuhkan tenaga manusia; sebagian besar kompiler tidak menghasilkan instruksi SIMD dari program C biasa , misalnya. Vektorisasi otomatis dalam kompiler adalah area aktif penelitian ilmu komputer. (Bandingkan pemrosesan vektor) 

·    4. Pemrograman dengan set instruksi SIMD tertentu dapat melibatkan banyak tantangan tingkat rendah.

         - SIMD mungkin memiliki batasan pada penyelarasan data ; programmer yang akrab dengan satu arsitektur tertentu mungkin tidak mengharapkan ini.

         - Mengumpulkan data ke register SIMD dan menyebarkannya ke lokasi tujuan yang benar itu rumit (terkadang membutuhkan operasi permute) dan bisa jadi tidak efisien.

         - Instruksi khusus seperti rotasi atau penambahan tiga operan tidak tersedia di beberapa set instruksi SIMD.

         - Set instruksi khusus untuk arsitektur: beberapa prosesor tidak memiliki instruksi SIMD sama sekali, jadi programmer harus menyediakan implementasi non-vektorisasi (atau implementasi vektor yang berbeda) untuk mereka.

         - Arsitektur yang berbeda menyediakan ukuran register yang berbeda (misalnya 64, 128, 256 dan 512 bit) dan set instruksi, yang berarti bahwa pemrogram harus menyediakan banyak implementasi kode vektor untuk beroperasi secara optimal pada CPU tertentu. Selain itu, set instruksi SIMD yang mungkin bertambah dengan setiap ukuran register baru.

         - Set instruksi MMX awal berbagi file register dengan stack floating-point, yang menyebabkan inefisiensi saat mencampur floating-point dan kode MMX. Namun, SSE2 memperbaikinya.

     SIMD dibagi menjadi beberapa bentuk lagi yaitu :

  1. Exclusive-Read, Exclusive-Write (EREW) SM SIMD
  2. Concurent-Read, Exclusive-Write (CREW) SM SIMD
  3. Exclusive-Read, Concurrent-Write (ERCW) SM SIMD
  4. Concurrent-Read, Concurrent-Write (CRCW) SM SIMD
   
     Demikian artikel tentang salah satu jenis Multiple Processor Organization yaitu  Single Instruction Multiple Data Stream (SIMD). Semoga bermanfaat bagi yang membaca.


Jumat, 25 Desember 2020

Sejarah dan Perkembangan Random Access Memory (RAM)


    RAM merupakan salah satu bagian atau lebih tepatnya komponen penting dalam sebuah perangkat komputer. Tidak hanya pada komputer PC, RAM juga dibutuhkan diberbagai perangkat eletronik lain seperti laptop hingga smartphone.

    RAM merupakan singkatan dari Random Access Memory. RAM merupakan sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini tentu berlawanan dengan alat memori urut seperti tape magnetic, disk dan drum, dimana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.


    Tingkat kebutuhan RAM antar perangkat memiliki tingkat yang berbeda-beda. Ambil contoh, sebuah komputer yang menggunakan OS lama Windows 98. Maka RAM yang digunakan dalam komputer ini tidak akan sama dengan komputer yang menggunakan OS baru Windows 7. Yang perlu diperhatikan semakin berat aplikasi yang dijalankan, maka beban RAM akan semakin besar. Karena pada RAM-lah untuk sementara aplikasi dan data yang tengah kamu gunakan tersimpan tetapi tidak secara permanen.

Komponen ini pertama kali hadir pada tahun 60an. Saat itu memori semikonduktor belum terlalu populer mengingat harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim menggunakan memori utama magnetic. Intel selaku perusahaan semikonduktor memului debutnya dengan memproduksi RAM dengan jenis DRAM. Perkembangan RAM pun berlanjut dengan cukup cepat. Perkembangan ini terjadi untuk menyesuaikan dengan CPU yang juga berkembang.

I. Perkembangan RAM Hingga Saat Ini

    Setiap komponen teknologi pasti selalu mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi. RAM pun demikian. Komponen ini mengalami perkembangan baik bentuk, kapasitas hingga kecepatan. Untuk memudahkanmu, berikut sejarah perkembangan RAM hingga kini:

  • Tahun 1834, Charles Babbage mulai membangun pemikiran Analytical Engine, cikal bakal komputer. Perangkat ini hanya menggunakan memori baca dalam bentuk punch card.
  • Tahun 1932, Gustav Tauschek menciptakan memori sederhana di Australia.
  • Tahun 1936, Konrad Zuze mematenkan memori mekanik untuk digunakan dalam komputer. Memori komputer sederhana ini didasarkan pada sliding bagian logam.
  • Tahun 1939, Helmut Schreyer menciptakan sebuah memori prototype menggunakan lampu neon.
  • Tahun 1942, the Atanasoff-Berry Computer memiliki 60-bit kata – kata 50 memori dalam bentuk kapasitor, dipasang pada dua drum bergulis. Untuk memori sekunder menggunakan kartu punch.
  • Tahun 1947 Frederick Viehe Los Angeles, mematenkan penemuan yang menggunakan memori inti magentik.
II. Perkembangan RAM di Era Modern

  • RAM atau Random Access memory ditemukan oleh Robert Dennard dan mulai diproduksi secara besar-besaran oleh Intel pada tahun 1968, jauh sebelum komputer modern pertama dibuat IBM pada tahun 1981. Dari sini lah perkembangan RAM yang kita kenal sekarang bermula. Pada awal diciptakan, RAM hanya membutuhkan tegangan 5 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77 MHZ, dengan waktu akses memori sekitar 200 ns (1ns= 10 detik).
  • Pada tahun 1970, IBM mulai mengembangkan memori yang dinamakan DRAM atau Dynamic Random Access Memory. Penggunaan nama Dynamic karena memori ini pada setiap jeda waktu tertentu, selalu memperbaharui keabsahan informasi atau data yang tersimpan. DRAM sendiri memiliki frekuensi kerja yang bervariasi mulai 4,77 MHz hingga 40 Mhz.
  • Tahun 1987, FPM DRAM ditemukan. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi antara 16 Mhz hingga 66 Mhz dengan waktu akses sekitar 50ns. Selain itu, FPM mempu mengolah transfer data atau bandwidth sebesar 188,71 MB per detik.
  • Tahun 1995, diciptakan EDO DRAM atau Extended Data Output DRAM. Ini merupakan penyempurnaan dari FPM DRAM. Memori jenis ini dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga kinerjanya bisa meningkat hingga 20 %. EDO memiliki waktu akses yang cukup bervariasi mulai 70 ns hingga 50 ns, dan bekerja pada frekuensi 33 Mhz hingga 75 Mhz. Walaupun EDO merupakan versi penyempurnaan FPM, ternyata kedua memori tidak bisa digunakan bersamaan. EDO DRAM sendiri banyak digunakan pada sistem berbasis intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal.
  • Pada awal 1996 hingga 1997, mulai dikembangkan Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). Ada dua tipe yakni PC66 dan PC100. Keduanya biasa terpasang pada komputer Pentium 2-3 dan membutuhkan tenaga cukup besar.
  • Tahun 1999, hadir DR DRAM atau Direct Rambus DRAM. Memori ini mampu mengalirkan data sebesar 1,6 GB per detiknya.
  • Masih di tahun 1999, dua perusahaan besar microprosesor Intel dan AMD bersaing ketat untuk meningkatkan kecepatan clock pada CPU. Namun, keduanya menemui hambatan ketika meningkatkan RAM. Untuk menyelesaikan masalah ini, dikembangkanlah DDR RAM atau Doubel Date Rate Transfer) yang awalnya dipakai pada kartu grafis. AMD sendiri menjadi perusahaan pertama yang menggunakan DDR RAM pada motherboardnya.
  • Tahun 2000 ke atas, era lahirnya DDR2 RAM. RAM jenis ini menjadi yang paling banyak digunakan di pasaran. Kamu dapat dengan mudah menemukan RAM ini pada komputer Pentium 4 hingga yang diatasnya. Memori ini dipilih karena hanya membutuhkan daya listrik sebesar 1,8 volt sehingga menghemat listri atau tegangan yang masuk ke komputer. RAM jenis ini dikembangkan secara serius pada tahun 2005.
  • Tahun 2007 hingga sekarang muncul DDR3 RAM. Memori jenis ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibanding DDR2. Hal ini disebabkan memori jenis ini memakai teknologi 90 nm sehingga hanya membutuhkan tegangan 1.5 volt saja. Memori ini memiliki kecepatan yang baik dibanding memori – memori generasi awal.

III. Macam-macam RAM berdasarkan Perkembangan


1. RAM

    Pengertian RAM yang merupakan singkatan dari Random Access Memory diciptakan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar-besaran oleh Intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sinilah perkembangan RAM dimulai. Pada awal pembuatannya, RAM membutuhkan voltase 5,0 volt untuk berlari pada frekuensi 4,77 MHz, dengan waktu akses sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).

2. D R A M

    Pada tahun 1970, IBM menciptakan memori yang disebut DRAM. DRAM sendiri singkatan dari Dynamic Random Access Memory. Dinamakan Dynamic karena jenis memori ini pada interval waktu tertentu, selalu perbarui validitas informasi atau isinya. DRAM memiliki frekuensi kerja yang bervariasi antara 4.77MHz sampai 40MHz.

3. RAM FP

    Fast Page Mode DRAM atau disingkat FPM DRAM ditemukan sekitar tahun 1987. Sejak diluncurkan pertama kali, jenis memori ini secara langsung mendominasi pemasaran memori, dan orang sering menyebut jenis memori ini "DRAM" saja, tanpa menyebutkan nama FPM. Jenis memori ini bekerja seperti indeks atau daftar isi. Arti Page sendiri adalah bagian dari memori yang terkandung dalam alamat baris. Bila sistem membutuhkan isi alamat memori, FPM hanya mengambil informasi tentang hal itu berdasarkan indeks yang sudah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data lebih cepat pada baris (baris) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan waktu akses sekitar 50ns. Selain itu FPM mampu mengolah data transfer (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detik. Memori FPM banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 286, 386 dan sedikit 486.

4. EDO RAM

    Pada tahun 1995, dibuat sebuah jenis memori Extended Data Output Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang merupakan penyempurnaan FPM. Memori EDO bisa memperpendek siklus baca sehingga bisa meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO memiliki waktu akses yang cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns sampai 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz sampai 75MHz. Meski EDO merupakan penyempurnaan FPM, keduanya tidak bisa dipasang bersamaan, karena perbedaan kemampuan. Memori EDO DRAM banyak digunakan pada Intel 486 dan sistem yang kompatibel serta generasi awal Pentium.

5. PC66 SDRAM

    Dalam transisi dari tahun 1996 sampai 1997, Kingston menciptakan sebuah modul memori yang dapat bekerja pada kecepatan / sinkronisasi bus yang sama (synchronous) dengan frekuensi yang bekerja pada prosesor. Itulah sebabnya Kingston menyebut jenis memori ini sebagai Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). SDRAM kemudian lebih dikenal dengan PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang cukup tinggi, SDRAM hanya membutuhkan voltase 3,3 volt dan memiliki waktu akses 10ns.
    Dengan yang terbaik dari masanya dan diproduksi massal, tidak hanya oleh Kingston, dengan cepat menjadi memori PC66. Sistem berbasis Socket 7 berbasis prosesor seperti Intel Pentium (P75 - P266MMX) klasik dan kompatibel dari AMD, WinChip, IDT, dll dapat bekerja sangat cepat dengan menggunakan memori PC66 ini. Bahkan generasi penerus Intel Celeron II masih menggunakan sistem memori SDRAM PC66.

6. PC100 SDRAM

    Selama setahun setelah PC66 diproduksi dan digunakan secara massal, Intel menciptakan standar baru tipe memori yang merupakan pengembangan memori PC66. Standar baru ini diciptakan oleh Intel untuk mengimbangi sistem chipset i440BX dengan sistem Slot 1 yang juga diciptakan oleh Intel. Chipset ini dirancang untuk bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Chipset ini sekaligus dikembangkan oleh Intel untuk dipasangkan dengan prosesor Intel Pentium II terbaru yang bekerja pada bus 100MHz. Karena bus sistem bekerja pada frekuensi 100MHz sementara Intel masih ingin menggunakan sistem memori SDRAM, memori SDRAM dikembangkan yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Seperti pendahulunya PC66, memori SDRAM ini kemudian dikenal dengan PC100. Dengan menggunakan voltase kerja 3,3 volt, memori PC100 memiliki waktu akses 8ns, lebih pendek dari PC66. Selain itu memory PC100 mampu mengalirkan data 800MB per detik. Hampir sama dengan pendahulunya, memori PC100 telah membawa perubahan pada sistem komputer. Tidak hanya prosesor berbasis Slot 1 yang menggunakan memori PC100, sistem berbasis Soket 7 ini diupdate agar bisa menggunakan memori PC100. Kemudian muncullah sistem Super Socket yang disebut 7. Contoh prosesor yang menggunakan soket Super7 adalah AMD K6-2, generasi akhir Intel Pentium II, dan generasi awal Intel Pentium II dan generasi awal Intel Celeron II.

7. DR DRAM

    Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sistem memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, sangat berbeda dengan arsitektur memori SDRAM. Dengan Rambus, memori ini disebut Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan voltase 2,5 volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data pada 1,6GB per detik! (1GB = 1000MHz). Sayangnya kecanggihan DRDRAM tidak bisa dimanfaatkan oleh sistem chipset dan prosesor pada saat itu sehingga memori ini tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Satu hal lagi yang membuat ingatan ini kurang diminati adalah karena harganya sangat mahal.

8. RDRAM PC800

    Masih di tahun yang sama, Rambus juga mengembangkan jenis memori lain dengan kemampuan yang sama seperti DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada stres kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan voltase 2,5 volt, maka PC800 RDRAM bekerja pada voltase 3,3 volt. Nasib memori RDRAM hampir sama dengan DRDRAM, kurang diminati, jika tidak dimanfaatkan oleh Intel.
Intel telah berhasil menciptakan prosesor berkecepatan tinggi yang membutuhkan sistem memori yang bisa menyeimbangkan dan bekerja sama dengan baik. Memori tipe SDRAM tidak layak lagi. Intel membutuhkan lebih dari itu. Dengan Intel Pentium4 dipasangkan, nama RDRAM melonjak, dan semakin lama harganya turun.

9. PC133 SDRAM

    Selain pengembangan memori PC800 RDRAM pada tahun 1999, memori SDRAM belum ditinggalkan, bahkan oleh Viking, bahkan meningkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori PC133 SDRAM bekerja pada bus frekuensi 133MHz dengan waktu akses 7.5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1.06GB per detik. Meskipun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, ia juga mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz, meski tidak sebagus kemampuan PC100 pada frekuensi tersebut.

10. PC150 SDRAM

    Perkembangan memori SDRAM semakin lama semakin pesat setelah Mushkin, pada tahun 2000 dikembangkan sebuah chip memori yang mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz, walaupun tidak ada standar resmi mengenai frekuensi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan voltase kerja 3,3 volt, memori PC150 memiliki waktu akses 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1.28GB per detik. Memori ini sengaja dibuat untuk overclocker, namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, dan komputer server dapat memanfaatkan memori PC150.

11. DDR SDRAM

    Masih di tahun 2000, Krusial berhasil mengembangkan kapasitas memori SDRAM menjadi dua kali lipat. Jika pada SDRAM normal hanya mampu menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR SDRAM mampu menjalankan dua instruksi dalam waktu bersamaan. Teknik yang digunakan adalah menggunakan satu gelombang frekuensi penuh. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka DDR SDRAM mengeksekusi instruksi baik pada gelombang positif maupun negatif. Oleh karena itu, memori ini disebut DDR SDRAM yang merupakan singkatan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory.
    Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi 100 - 133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 sampai 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP ultra-speed. Sementara penggunaan prosesornya, AMD ThunderBird adalah yang pertama menggunakannya.

12. RAM DDR

    Pada tahun 1999 dua perusahaan besar INTEL dan mikroprosesor AMD bersaing dalam meningkatkan kecepatan clock CPU. Namun ditemui resistansi, karena saat menambah memory bus menjadi 133 Mhz Kebutuhan memori (RAM) akan semakin besar. Untuk mengatasi masalah ini maka dilakukan RAM DDR (double data transfer rate) yang pada awalnya digunakan pada graphics card, karena sekarang Anda hanya bisa menggunakan 32 MB untuk mendapatkan kemampuan 64 MB. AMD adalah perusahaan pertama yang menggunakan RAM DDR pada motherboard-nya.

13. RAM DDR2

    Ketika memori DDR (Double Data Rate) dianggap melambat seiring dengan kinerja prosesor dan prosesor grafis yang lebih cepat, kehadiran memori DDR2 merupakan perkembangan logis dalam teknologi memori karena peningkatan kecepatan dan antisipasi lebar titik akses segitiga prosesor, memory, dan graphic interface card) yang hadir dengan kecepatan komputasi yang bertambah banyak.
Perbedaan utama antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data dan peningkatan latensi dua kali lipat. Perubahan ini dimaksudkan untuk menghasilkan kecepatan maksimal dalam lingkungan komputasi yang semakin pesat, baik di sisi prosesor maupun grafis.

Itulah sejarah dan perkembangan RAM hingga saat ini.






Sumber : 

https://perangkatkeraskomputerhardware.blogspot.com/2017/11/sejarah-perkembangan-ram-lengkap.html

https://www.pricebook.co.id/article/review/2016/03/16/3731/ram-komputer-sejarah-dan-perkembangannya-dari-waktu-ke-waktu#:~:text=Perkembangan%20RAM%20di%20Era%20Modern,yang%20kita%20kenal%20sekarang%20bermula

 

Sabtu, 12 Desember 2020

PRINTER DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA

 I. Pengertian Printer

     Secara bahasa printer adalah perangkat keras (hardware) atau alat cetak yang terhubung pada media komputer yang berfungsi sebagai alat output untuk menampilkan data berupa cetakan. Namun seiring dengan perkembangan tekhnologi sekarang banyak printer yang tidak harus terhubung dengan komputer dalam penggunaanya. Karena sudah banyak jenis printer yang sudah bisa mencetak data melalui smartphone tanpa menggunakan kabel cukup menggunakan koneksi wi-fi. Ada juga sebagian printer yang sudah menyediakan port usb yang bisa langsung digunakan untuk mencetak data dari flashdisk

II. Sejarah Printer

    Sejarah penemuan printer diawali dari Terobosan besar yang datang sekitar tahun 1440 oleh Johannes Gutenberg. Gutenberg adalah seorang pengusaha dari Mainz Jerman.


 

    Gutenberg menciptakan sebuah metode pengecoran potongan-potongan huruf di atas campuran logam yang terbuat dari timah. Potongan-potongan ini dapat ditekankan ke atas halaman berteks untuk percetakan. Metode penemuan pencetakan oleh Gutenberg secara keseluruhan bergantung kepada beberapa elemennya di atas penggabungan beberapa teknologi dari Asia Timur seperti kertas, pencetakan dari balok kayu dan mungkin pencetakan yang dapat dipindahkan, ciptaan Bi Shen, ditambah dengan permintaan yang meningkat dari masyarakat Eropa untuk pengurangan harga buku-buku yang terbuat dari kertas. Metode pengetikan ini bertahan selama sekitar 500 tahun.

    Iustrasi mesin cetak pertama yang ditemukan oleh Johannes Gutenberg:

    Seiring dengan waktu tekhnologi printer terus dikembangkan menyesuaikan kebutuhan pengguna pada masa nya. Pasca perang dunia II Pada awal tahun 1950-an, di Eropa terjadi perkembangan budaya yang sangat pesat yang membuat kebutuhan akan proses produksi dokumen tulisan yang cepat dan murah. Pada masa ini lah inovasi inovasi terbaru dalam dunia percetakan mulai dikembangkan. Dimulai dari IBM yang memperkenalkan printer dot matrix pertama. lalu di tahun 1984 printer ink jet untuk pertama kali dikenalkan dan diproduksi dalam skala besar pada tahun 1990an.

III. Perkembangan Printer dari Masa ke Masa

     1. Printer Dot-Matrix
        

    Perkembangan printer pertama adalah Printer dot-matrix, printer ini adalah pencetak yang resolusi cetaknya masih sangat rendah. Selain itu ketika sedang mencetak, printer ini suaranya cendrung keras serta kualitas untuk mencetak gambar kurang baik karena hasil cetakan dibentuk oleh hentakan jarum pada pita yang membentuk karakter yang berupa titik-titik yang beraturan.Sehingga gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik yang saling berhubungan. Umumnya, printer jenis dot-matrix juga hanya mempunyai satu warna yaitu warna hitam. Tetapi saat ini printer ini masih banyak digunakan oleh beberapa orang dikarenakan printer ini awet. Pita printer dot-matrix jauh lebih murah dibandingkan dengan toner (tinta) untuk printer jenis inkjet dan laser jet.

    2. Printer Inkjet

        

    Perkembangan teknologi Inkjet memperluas pilihan printer personal, teknologi inkjet berkembang lebih cepat dibandingkan dengan teknologi jenis printer lainnya. Hal ini dibuktikan dengan lebih seringnya muncul printer inkjet dibandingkan dengan printer lain.Teknologi inkjet masih memberikan peluang perkembangan yang lebih luas, seperti peningkatan kecepatan, warna dengan resolusi yang tinggi, sehingga printer inkjet identik dengan printer personal mungkin perlu dikoreksi. Printer inkjet digunakan untuk jaringan, namun sementara printer personal didominasi oleh printer inkjet. Perkembangan printer inkjet telah memberikan pengaruh besar dikalangan pemakaian printer personal. Orang berbondong-bondong lari ke teknologi printer inkjet karena dengan printer inkjet pemakai memang bisa mendapat semaksimal mungkin kualitas yang baik dalam mencetak warna, dan harga juga terjangkau.

    3. Printer Canon

        


    Dengan kemajuan teknologi, pengetikan sebuah dokumen dari komputer bisa kita cetak dengan mudah dengan sebuah alat printer. Salah satu produsen yang menyediakan alat tersebut adalah Canon, yang dari dulu sudah dikenal mempunyai produk alat printer untuk single/perorangan dan perkantoran.

Saat ini ada yang namanya Printer inkjet, printer jenis ini bisa kita dapatkan dengan harga yang lumayan terjangkau, warna yang dihasilkannya mempunyai resolusi yang tinggi. Untuk penempatan dan penisian tinta bisa dilakukan dengan cara infus menambahkan tabung tinta khusus pada bagian luar printer dan disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer.

    4. Printer Laser Jet

        


    Printer laser jet merupakan jenis printer yang metode pencetakannya tinta bubuk atau yang disebut toner dengan menggunakan perangkat infrared. Selain hasil cetak yang lebih bagus jika dibanding dengan jenis printer dot-matrix maupun ink jet, printer laser jet juga memiliki kecepatan pencetakan yang tinggi dan hasil cetaknya pun juga lebih cepat kering seperti pada hasil cetak pada mesin photo copy. contoh Printer Laset jet adalah Printer HP LaserJet Pro MFP M377dw.

    5. Printer Laser Minolta

        


    Printer laser minolta yang hampir dua tahun bermain di Idonesia, mencoba memasuki segmen workgroup dan personal dengan jajaran printer laser. Generasi pertama printer laser minolta adalah PagePro 6 yang ditujukan untuk pemakaian personal. Menyusul kemudian PagePro 6L dan PagePro 6e yang diluncurkan pertengahan tahun lalu. PagePro seri 6 yang menjadi saingan HP laserjet 6L memiliki kecepatan mencetak 6ppm, dan mampu mencetak diberbagai jenis kertas pada berbagai ukuran. Minolta menambahkan teknologi Fine-Advance Resolution Technology pada seri PagePro sehingga printer 600dpi itu mampu mencetak sekualitas 1200dpi. Sedangkan PagePro 6L memungkinkan mencetak beberapa halaman dalam satu lembar kertas. Kemampuan ini tentunya menghemat toner serta kertas.

    6. Printer Ink-Tank

        


       Perkembangan Printer berikutnya adalah Printer Ink-Tank. Printer ink-tank adalah printer yang memiliki tabung tinta atau ink tank yang berguna untuk tempat menyimpan tinta sementara sebelum akhirnya keluar dan diproses menuju head catridge. Pada umumnya ink tank ada dua macam yaitu ink tank yang menyatu di catridge dan ink tank yang berada di luar printer. Cara kerja tabung tinta infus pada printer dapat berjalan jika printer dan posisi tabung infus harus sejajar.

    Itulah sejarah dan perkembangan printer, serta jenis printer dari masa ke masa.





Sumber :
http://terralinggau.blogspot.com/2017/09/printer-dan-sejarah perkembanganya_22.html
https://jagoanprinter.com/perkembangan-printer-dari-masa-ke-masa/

 

Selasa, 08 Desember 2020

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KEYBOARD

 

     Ada beberapa hal yang mendasari mengapa keyboard diciptakan dengan menggunakan susunan QWERTY. Berikut ini adalah beberapa proses perkembangan dan juga sejarah dari penggunaan format QWERTY pada keyboard.

I. Berawal dari Penggunaan Mesin Tik

    Jauh sebelum sebuah komputer beserta perangkat kerasnya diciptakan, dunia sudah mengenal apa yang disebut dengan nama mesin tik. Mesin tik pada masa kejayaannya merupakan salah satu primadona, dimana banyak orang bisa menulis dokumen dengan sangat mudah tanpa perlu menulis secara manual dengan tulisan tangan.

    Pada tahun 1868, Cristopher Latham Sholes berhasil menemukan sebuah mesin yang dapat membantu mempermudah pekerjaan manusia dalam membuat dokumen, yaitu mesin tik. Penciptaan mesin tik tentu saja menimbulkan euphoria bagi masyarakat, karena dapat membuat dokumen dengan sangat mudah. Pada saat ditemukan, mesin tik pada dasarnya sudah mampu mengakomodir proses pengetikan cepat, bahkan konon katanya pengetikan dengan menggunakan mesin tik pada saat itu bisa jauh lebih cepat dibandingkan menggunakan keyboard mesin tik pada jaman modern.

    Mesin tik pada saat itu merupakan sebuah inovasi yang sangat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Mereka tidak perlu lagi menggunakan tulisan tangan untuk membuat laporan, dokumen ataupun surat. Sehingga akan lebih mempersingkat waktu untuk menulis apapun dengan menggunakan mesin tik.

    Pada awalnya susunan keyboard yang asli rancangan Christopher Latham Sholes ini tidaklah Qwerty. Susunan awal ini memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih cepat. Namun karena terlalu cepatnya dalam mengetik, sampai – sampai sering timbul masalah. Seringkali saat tombol ditekan, batang-batang huruf (slug) yang menghentak pita itu saling mengait/tersangkut antara satu dengan yang lainnya.

    Karena bingung memikirkan solusinya pada saat itu, Christopher Latham Sholes justru mengacak-acak urutan huruf itu sedemikian rupa sampai ditemukan kombinasi yang dianggap paling sulit untuk digunakan dalam mengetik. Tujuannya untuk menghindari kesalahan-kesalahan mekanik yang sering terjadi sebelumnya. Hal ini berarti susunan Qwerty adalah susunan yang paling tidak efisien karena ditujukan agar kita dapat mengetik dengan lebih lambat. Akhirnya pada tahun 1973, susunan pada mesin ketik inilah yang diturunkan pada keyboard sebagai input komputer dan kemudian diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization).

II. Penggunaan Keyboard pada Saat Ini



Saat ini, penggunaan keyboard menggunakan jenis keyboard yang sudah terstandarisasi oleh ISO (International Standardized Organization) dengan layout berupa Qwerty. Qwerty mengacu pada 5 huruf pertama yang berada pada sisi kiri keyboard anda. Karena merupakan jenis yang sudah distandarisasi secara internasional, maka hampir semua keyboard di dunia menggunakan format Qwerty ini. Penggunaan keyboard Qwerty terdiri banyak sekali tombol, mulai dari ke-26 tombol alphabet, 10 tombol numeric, 12 tombol fungsi, 4 tombol arrow, dan sisanya adalah tombol fungsi lainnya seperti Ctrl, Alt, Backspace, Esc, Home, dan masih banyak lagi. Itu adalah tombol-tombol standar pada sebuah keyboard Qwerty konvensional.

Pada beberapa jenis keyboard lainnya, seperti keyboard untuk gaming, terdapat banyak fungsi yang lebih kompleks lagi, yang mendukung keperluan gaming. Begitu pula dengan desain, diman keyboard design dan juga gaming sengaja dibuat khusus untuk mempermudah melakukan control bagi usernya.

·         Faktor Fisiensi dari Proses Mengetik

Dari hasil kerja dan mengacak – acak karakter pada sebuah mesin tik tersebut, maka akhirnya didapatkanlah sebuah kombinasi acak yang dapat meningkatkan efisiendi dari penggunaan sebuah mesin tik. Hasil rombakan itula yang kita kenal saat ini dengan nama Qwerty. Qwerty memungkinkan penulis mengetik dengan cepat namun dapat megngurangi gangguan mekanisme dari mesin tik secara signifikan.

·         Pemilihan Tombol yang Paling Sering Digunakan

Penggunaan Qwerty pada saat diciptakan pada dasarnya mengacu pada perhitungan efisiensi waktu mengetik, dan juga tombol – tombol serta huruf mana saja yang sering digunakan, dan juga jarang digunakan. Hal ini membuat beberapa huruf yang sering digunakan dalam satu kata atau kalimat dibuat agar tidak bersebelahan atau berdekatan, sehingga dapat meminimalisir gangguan mekanisme mesin tik. Begitupun sebaliknya, tombol yang merepresentasikan penggunaan huruf atau karakter yang jarang digunakan diletekan agak terpencil, terlihat dari peletakan huruf z dan juga x yang sulit dijangkau, karena memang huruf tersebut jarang digunakan.

Pada saat jaman komputer sudah mulai banyak digunakan, keyboard mulai banyak diproduksi. Pada awa masa penggunananya, produksi dan juga penggunaan dari sebuah keyboard masih menggunakan kabel klasik, yaitu kabel dengan port Ps/2 (baca juga mengenai fungsi port pada komputer). Namun demikian, seiring dengan perkembangan masa, maka penggunaan keyboard mulai menggunakan port USB, bahkan ada beberapa keyboard yang saat ini bisa digunakan dengan cara wireless alias tanpa kabel.

·         Peresmian QWERTY oleh ISO

Pada akhirnya, keyboard hasil acak – mengacak ini pun diterima secara luas, dan mulai dipatenkan. Pada tahun 1973, format keyboard, dengan susunan huruf qwerty diakui oleh organisasi standarisasi dunia (ISO) menjadi format standar pada sebuah papan ketik atau keyboard. Dengan diresmikan dan juga dipatenkannya QWERTY sebagai standar dari sebuah keyboard, maka hal ini pun berujung pada munculnya perangkat terutama mesin tik yang menggunakan keyboard degnan format QWERTY. Pada tahun 1960 hingga 1970-an pun juga menjadi salah satu era berlembangnya komputer dan juga mulai banyak digunakannya komputer secara luas, berkat perkembangan dari jaringan komputer. Maka semakin populerlah keyboard dengan format QWERTY sebagai alat input pada komputer.

Meskipun memilki format yang sama, namun demikian, pastilah penggunaan keyboard pada mesin tik dan juga komputer memiliki perbedaan yang jauh, kaena fungsi dari keyboard komputer jauh lebih kompleks dan bisa digunakan untuk banyak kepentingan, tidak hanya untuk melakukan proses pengetikan semata.



 Sumber :

-          https://computer.indo-solution.com/sejarah-awal-mula-keyboard-dan-perkembangannya/

-          https://sites.google.com/site/habramblog/sejarah-perkembangan-keyboard-komputer

 

Perbedaan Proses dan Thread

A. Pengertian Proses       Proses adalah serangkaian terus menerus dari tindakan untuk mencapai hasil yang spesifik. Namun, dalam dunia ko...