RAM merupakan salah satu bagian atau lebih tepatnya komponen penting dalam sebuah perangkat komputer. Tidak hanya pada komputer PC, RAM juga dibutuhkan diberbagai perangkat eletronik lain seperti laptop hingga smartphone.
RAM
merupakan singkatan dari Random Access Memory. RAM merupakan sebuah tipe
penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak
memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini tentu berlawanan dengan
alat memori urut seperti tape magnetic, disk dan drum, dimana gerakan mekanikal
dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.

Tingkat kebutuhan RAM antar perangkat memiliki tingkat yang berbeda-beda. Ambil
contoh, sebuah komputer yang menggunakan OS lama Windows 98. Maka RAM yang
digunakan dalam komputer ini tidak akan sama dengan komputer yang menggunakan
OS baru Windows 7. Yang perlu diperhatikan semakin berat aplikasi yang
dijalankan, maka beban RAM akan semakin besar. Karena pada RAM-lah untuk
sementara aplikasi dan data yang tengah kamu gunakan tersimpan tetapi tidak
secara permanen.
Komponen
ini pertama kali hadir pada tahun 60an. Saat itu memori semikonduktor belum
terlalu populer mengingat harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim
menggunakan memori utama magnetic. Intel selaku perusahaan semikonduktor
memului debutnya dengan memproduksi RAM dengan jenis DRAM. Perkembangan RAM pun
berlanjut dengan cukup cepat. Perkembangan ini terjadi untuk menyesuaikan
dengan CPU yang juga berkembang.
I. Perkembangan RAM Hingga Saat Ini
Setiap
komponen teknologi pasti selalu mengalami perubahan seiring berkembangnya
teknologi. RAM pun demikian. Komponen ini mengalami perkembangan baik bentuk,
kapasitas hingga kecepatan. Untuk memudahkanmu, berikut sejarah perkembangan
RAM hingga kini:
- Tahun 1834, Charles Babbage
mulai membangun pemikiran Analytical Engine, cikal bakal komputer.
Perangkat ini hanya menggunakan memori baca dalam bentuk punch card.
- Tahun 1932, Gustav Tauschek
menciptakan memori sederhana di Australia.
- Tahun 1936, Konrad Zuze
mematenkan memori mekanik untuk digunakan dalam komputer. Memori komputer
sederhana ini didasarkan pada sliding bagian logam.
- Tahun 1939, Helmut Schreyer
menciptakan sebuah memori prototype menggunakan lampu neon.
- Tahun 1942, the Atanasoff-Berry
Computer memiliki 60-bit kata – kata 50 memori dalam bentuk kapasitor,
dipasang pada dua drum bergulis. Untuk memori sekunder menggunakan kartu
punch.
- Tahun 1947 Frederick Viehe Los Angeles, mematenkan penemuan yang menggunakan memori inti magentik.
- RAM atau Random Access memory
ditemukan oleh Robert Dennard dan mulai diproduksi secara besar-besaran
oleh Intel pada tahun 1968, jauh
sebelum komputer modern pertama dibuat IBM pada tahun 1981. Dari sini
lah perkembangan RAM yang kita kenal sekarang bermula. Pada awal
diciptakan, RAM hanya membutuhkan tegangan 5 volt untuk dapat berjalan
pada frekuensi 4,77 MHZ, dengan waktu akses memori sekitar 200 ns (1ns= 10
detik).
- Pada tahun 1970, IBM mulai
mengembangkan memori yang dinamakan DRAM atau Dynamic Random Access
Memory. Penggunaan nama Dynamic karena memori ini pada setiap jeda waktu
tertentu, selalu memperbaharui keabsahan informasi atau data yang
tersimpan. DRAM sendiri memiliki frekuensi kerja yang bervariasi mulai
4,77 MHz hingga 40 Mhz.
- Tahun 1987, FPM DRAM ditemukan.
FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris yang sama dari
jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi antara 16 Mhz
hingga 66 Mhz dengan waktu akses sekitar 50ns. Selain itu, FPM mempu
mengolah transfer data atau bandwidth sebesar 188,71 MB per detik.
- Tahun 1995, diciptakan EDO DRAM
atau Extended Data Output DRAM. Ini merupakan penyempurnaan dari FPM DRAM.
Memori jenis ini dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga kinerjanya
bisa meningkat hingga 20 %. EDO memiliki waktu akses yang cukup bervariasi
mulai 70 ns hingga 50 ns, dan bekerja pada frekuensi 33 Mhz hingga 75 Mhz.
Walaupun EDO merupakan versi penyempurnaan FPM, ternyata kedua memori
tidak bisa digunakan bersamaan. EDO DRAM sendiri banyak digunakan pada
sistem berbasis intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal.
- Pada awal 1996 hingga 1997,
mulai dikembangkan Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). Ada
dua tipe yakni PC66 dan PC100. Keduanya biasa terpasang pada komputer
Pentium 2-3 dan membutuhkan tenaga cukup besar.
- Tahun 1999, hadir DR DRAM atau
Direct Rambus DRAM. Memori ini mampu mengalirkan data sebesar 1,6 GB per
detiknya.
- Masih di tahun 1999, dua
perusahaan besar microprosesor Intel dan AMD bersaing ketat untuk
meningkatkan kecepatan clock pada CPU. Namun, keduanya menemui hambatan
ketika meningkatkan RAM. Untuk menyelesaikan masalah ini, dikembangkanlah
DDR RAM atau Doubel Date Rate Transfer) yang awalnya dipakai pada kartu
grafis. AMD sendiri menjadi perusahaan
pertama yang menggunakan DDR RAM pada motherboardnya.
- Tahun 2000 ke atas, era
lahirnya DDR2 RAM. RAM jenis ini menjadi yang paling banyak digunakan di
pasaran. Kamu dapat dengan mudah menemukan RAM ini pada komputer Pentium 4
hingga yang diatasnya. Memori ini dipilih karena hanya membutuhkan daya
listrik sebesar 1,8 volt sehingga menghemat listri atau tegangan yang
masuk ke komputer. RAM jenis ini dikembangkan secara serius pada tahun
2005.
- Tahun 2007 hingga sekarang
muncul DDR3 RAM. Memori jenis ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang
sekitar 16% dibanding DDR2. Hal ini disebabkan memori jenis ini memakai
teknologi 90 nm sehingga hanya membutuhkan tegangan 1.5 volt saja. Memori
ini memiliki kecepatan yang baik dibanding memori – memori generasi awal.

1. RAM
Pengertian RAM yang merupakan singkatan dari Random Access Memory diciptakan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar-besaran oleh Intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sinilah perkembangan RAM dimulai. Pada awal pembuatannya, RAM membutuhkan voltase 5,0 volt untuk berlari pada frekuensi 4,77 MHz, dengan waktu akses sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).
2. D R A M
Pada tahun 1970, IBM menciptakan memori yang
disebut DRAM. DRAM sendiri singkatan dari Dynamic Random Access Memory.
Dinamakan Dynamic karena jenis memori ini pada interval waktu tertentu, selalu
perbarui validitas informasi atau isinya. DRAM memiliki frekuensi kerja yang
bervariasi antara 4.77MHz sampai 40MHz.
3. RAM FP
Fast Page Mode DRAM atau disingkat FPM DRAM
ditemukan sekitar tahun 1987. Sejak diluncurkan pertama kali, jenis memori ini
secara langsung mendominasi pemasaran memori, dan orang sering menyebut jenis
memori ini "DRAM" saja, tanpa menyebutkan nama FPM. Jenis memori ini
bekerja seperti indeks atau daftar isi. Arti Page sendiri adalah bagian dari memori yang
terkandung dalam alamat baris. Bila sistem membutuhkan isi alamat memori, FPM
hanya mengambil informasi tentang hal itu berdasarkan indeks yang sudah
dimiliki. FPM memungkinkan transfer data lebih cepat pada
baris (baris) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang
frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan waktu akses sekitar 50ns. Selain itu FPM
mampu mengolah data transfer (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per
detik. Memori FPM banyak digunakan pada sistem berbasis
Intel 286, 386 dan sedikit 486.
4. EDO RAM
Pada tahun 1995, dibuat sebuah jenis memori
Extended Data Output Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang merupakan
penyempurnaan FPM. Memori EDO bisa memperpendek siklus baca sehingga bisa
meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO memiliki waktu akses yang cukup bervariasi,
yaitu sekitar 70ns sampai 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz sampai 75MHz.
Meski EDO merupakan penyempurnaan FPM, keduanya tidak bisa dipasang bersamaan,
karena perbedaan kemampuan. Memori EDO DRAM banyak digunakan pada Intel 486
dan sistem yang kompatibel serta generasi awal Pentium.
5. PC66 SDRAM
Dalam transisi dari tahun 1996 sampai 1997,
Kingston menciptakan sebuah modul memori yang dapat bekerja pada kecepatan /
sinkronisasi bus yang sama (synchronous) dengan frekuensi yang bekerja pada
prosesor. Itulah sebabnya Kingston menyebut jenis memori
ini sebagai Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). SDRAM kemudian
lebih dikenal dengan PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang
membutuhkan tegangan kerja yang cukup tinggi, SDRAM hanya membutuhkan voltase
3,3 volt dan memiliki waktu akses 10ns.
Dengan yang terbaik dari masanya dan diproduksi
massal, tidak hanya oleh Kingston, dengan cepat menjadi memori PC66. Sistem
berbasis Socket 7 berbasis prosesor seperti Intel Pentium (P75 - P266MMX)
klasik dan kompatibel dari AMD, WinChip, IDT, dll dapat bekerja sangat cepat
dengan menggunakan memori PC66 ini. Bahkan generasi penerus Intel Celeron II
masih menggunakan sistem memori SDRAM PC66.
6. PC100 SDRAM
Selama setahun setelah PC66 diproduksi dan
digunakan secara massal, Intel menciptakan standar baru tipe memori yang
merupakan pengembangan memori PC66. Standar baru ini diciptakan oleh Intel untuk
mengimbangi sistem chipset i440BX dengan sistem Slot 1 yang juga diciptakan
oleh Intel. Chipset ini dirancang untuk bekerja pada
frekuensi bus 100MHz. Chipset ini sekaligus dikembangkan oleh Intel untuk
dipasangkan dengan prosesor Intel Pentium II terbaru yang bekerja pada bus
100MHz. Karena bus sistem bekerja pada frekuensi 100MHz
sementara Intel masih ingin menggunakan sistem memori SDRAM, memori SDRAM
dikembangkan yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Seperti pendahulunya
PC66, memori SDRAM ini kemudian dikenal dengan PC100. Dengan menggunakan voltase kerja 3,3 volt,
memori PC100 memiliki waktu akses 8ns, lebih pendek dari PC66. Selain itu
memory PC100 mampu mengalirkan data 800MB per detik. Hampir sama dengan pendahulunya, memori PC100
telah membawa perubahan pada sistem komputer. Tidak hanya prosesor berbasis
Slot 1 yang menggunakan memori PC100, sistem berbasis Soket 7 ini diupdate agar
bisa menggunakan memori PC100. Kemudian muncullah sistem Super Socket yang
disebut 7. Contoh prosesor yang menggunakan soket Super7 adalah AMD K6-2,
generasi akhir Intel Pentium II, dan generasi awal Intel Pentium II dan
generasi awal Intel Celeron II.
7. DR DRAM
Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sistem
memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, sangat berbeda dengan
arsitektur memori SDRAM. Dengan Rambus, memori ini disebut Direct Rambus
Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan voltase 2,5 volt, RDRAM
yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut Direct
Rambus Channel, mampu mengalirkan data pada 1,6GB per detik! (1GB = 1000MHz). Sayangnya kecanggihan DRDRAM tidak bisa
dimanfaatkan oleh sistem chipset dan prosesor pada saat itu sehingga memori ini
tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Satu hal lagi yang membuat ingatan
ini kurang diminati adalah karena harganya sangat mahal.
8. RDRAM PC800
Masih di tahun yang sama, Rambus juga
mengembangkan jenis memori lain dengan kemampuan yang sama seperti DRDRAM.
Perbedaannya hanya terletak pada stres kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan voltase 2,5 volt, maka
PC800 RDRAM bekerja pada voltase 3,3 volt. Nasib memori RDRAM hampir sama
dengan DRDRAM, kurang diminati, jika tidak dimanfaatkan oleh Intel.
Intel telah berhasil menciptakan prosesor
berkecepatan tinggi yang membutuhkan sistem memori yang bisa menyeimbangkan dan
bekerja sama dengan baik. Memori tipe SDRAM tidak layak lagi. Intel membutuhkan lebih dari itu. Dengan Intel
Pentium4 dipasangkan, nama RDRAM melonjak, dan semakin lama harganya turun.
9. PC133 SDRAM
Selain pengembangan memori PC800 RDRAM pada
tahun 1999, memori SDRAM belum ditinggalkan, bahkan oleh Viking, bahkan
meningkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori PC133 SDRAM
bekerja pada bus frekuensi 133MHz dengan waktu akses 7.5ns dan mampu
mengalirkan data sebesar 1.06GB per detik. Meskipun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada
frekuensi bus 133MHz, ia juga mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz, meski
tidak sebagus kemampuan PC100 pada frekuensi tersebut.
10. PC150 SDRAM
Perkembangan memori SDRAM semakin lama semakin
pesat setelah Mushkin, pada tahun 2000 dikembangkan sebuah chip memori yang
mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz, walaupun tidak ada standar resmi
mengenai frekuensi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan voltase
kerja 3,3 volt, memori PC150 memiliki waktu akses 7ns dan mampu mengalirkan
data sebesar 1.28GB per detik. Memori ini sengaja dibuat untuk overclocker,
namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, dan
komputer server dapat memanfaatkan memori PC150.
11. DDR SDRAM
Masih di tahun 2000, Krusial berhasil
mengembangkan kapasitas memori SDRAM menjadi dua kali lipat. Jika pada SDRAM
normal hanya mampu menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle
frekuensi bus, maka DDR SDRAM mampu menjalankan dua instruksi dalam waktu
bersamaan. Teknik yang digunakan adalah menggunakan satu
gelombang frekuensi penuh. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada
gelombang positif saja, maka DDR SDRAM mengeksekusi instruksi baik pada
gelombang positif maupun negatif. Oleh karena itu, memori ini disebut DDR SDRAM
yang merupakan singkatan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random
Access Memory.
Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan
frekuensi 100 - 133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 sampai
266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP ultra-speed.
Sementara penggunaan prosesornya, AMD ThunderBird adalah yang pertama
menggunakannya.
12. RAM DDR
Pada tahun 1999 dua perusahaan besar INTEL dan
mikroprosesor AMD bersaing dalam meningkatkan kecepatan clock CPU. Namun
ditemui resistansi, karena saat menambah memory bus menjadi 133 Mhz Kebutuhan
memori (RAM) akan semakin besar. Untuk mengatasi masalah ini maka dilakukan
RAM DDR (double data transfer rate) yang pada awalnya digunakan pada graphics
card, karena sekarang Anda hanya bisa menggunakan 32 MB untuk mendapatkan
kemampuan 64 MB. AMD adalah perusahaan pertama yang menggunakan RAM DDR pada
motherboard-nya.
13. RAM DDR2
Ketika memori DDR (Double Data Rate) dianggap
melambat seiring dengan kinerja prosesor dan prosesor grafis yang lebih cepat,
kehadiran memori DDR2 merupakan perkembangan logis dalam teknologi memori
karena peningkatan kecepatan dan antisipasi lebar titik akses segitiga
prosesor, memory, dan graphic interface card) yang hadir dengan kecepatan
komputasi yang bertambah banyak.
Perbedaan utama antara DDR dan DDR2 adalah pada
kecepatan data dan peningkatan latensi dua kali lipat. Perubahan ini
dimaksudkan untuk menghasilkan kecepatan maksimal dalam lingkungan komputasi
yang semakin pesat, baik di sisi prosesor maupun grafis.
https://perangkatkeraskomputerhardware.blogspot.com/2017/11/sejarah-perkembangan-ram-lengkap.html
https://www.pricebook.co.id/article/review/2016/03/16/3731/ram-komputer-sejarah-dan-perkembangannya-dari-waktu-ke-waktu#:~:text=Perkembangan%20RAM%20di%20Era%20Modern,yang%20kita%20kenal%20sekarang%20bermula
Tidak ada komentar:
Posting Komentar